Gubernur Kalteng Kerahkan 10.700 Personel, Pemadaman Karhutla Digenjot hingga Api Benar-Benar Padam./FOTO: ist
PALANGKA RAYA, News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperbesar kekuatan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Gubernur Kalteng Kerahkan 10.700 Personel, Pemadaman Karhutla Digenjot hingga Api Benar-Benar Padam
Ribuan personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga relawan. Pengerahan kekuatan besar ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Kalteng untuk memastikan penanganan karhutla dilakukan secara maksimal di lapangan.
Data Pemprov Kalteng menyebutkan, hingga 29 Agustus 2026 tercatat 38.916 titik panas atau hotspot dan 2.090 kejadian karhutla secara kumulatif. Luas lahan terbakar berdasarkan laporan daerah mencapai 6.028,77 hektare, sedangkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan mencatat luasan mencapai 7.634,46 hektare.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan seluruh kekuatan yang dimiliki harus dimaksimalkan untuk menghadapi kondisi tersebut. Penanganan tidak boleh berhenti hanya setelah api terlihat padam.
“Kita harus bekerja sampai tuntas. Setelah api padam, jangan langsung ditinggalkan. Pastikan lokasinya aman, sumber air tersedia, dan lakukan pemantauan secara berkelanjutan,” tegas Agustiar.
Selain memperkuat pasukan di darat, pemerintah juga mengoptimalkan operasi udara. Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla pada 29 Agustus, Agustiar meminta operasi water bombing diperkuat untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat.
Menurutnya, pemadaman dari udara harus terintegrasi dengan pasukan di darat. Setelah api ditekan dari udara, petugas di lapangan harus memastikan lokasi benar-benar aman agar api tidak kembali membesar.
Penguatan personel kembali dilakukan pada 31 Agustus 2026 setelah Pemprov Kalteng menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla. Gubernur memimpin Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Karhutla sekaligus mengerahkan ASN dan relawan untuk membantu tim yang telah bekerja di lapangan.
Langkah tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Kalteng kini dilakukan dengan pengerahan sumber daya secara besar-besaran. Pemerintah tidak hanya mengejar pemadaman titik api, tetapi juga memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
“Di tengah kepungan asap, pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan bagi masyarakat terdampak, mulai dari posko terpadu, dapur umum, bantuan air bersih, vitamin, masker hingga fasilitas oksigen,” pungkasnya.
Dengan ribuan personel yang berada di lapangan dan dukungan operasi udara, Pemprov Kalteng berharap penanganan karhutla dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi. Targetnya bukan sekadar mengurangi titik api, tetapi memastikan seluruh lokasi yang terbakar benar-benar aman dan tidak kembali terbakar.


Comment