Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, para calon Paskibraka yang telah melewati proses seleksi merupakan putra-putri terbaik daerah./FOTO: ist
LAMANDAU, News – Pemusatan pendidikan dan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lamandau tahun 2026 tak hanya dipersiapkan untuk menyukseskan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di balik latihan baris-berbaris dan persiapan pengibaran Sang Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Lamandau ingin menjadikan proses tersebut sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, para calon Paskibraka yang telah melewati proses seleksi merupakan putra-putri terbaik daerah. Mereka tidak hanya mendapat kehormatan, tetapi juga memikul tanggung jawab besar untuk menjalankan tugas negara pada momentum peringatan kemerdekaan.
“Menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan. Jadikan kesempatan ini untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan pengabdian,” kata Rizky saat membuka pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka di Nanga Bulik.
Menurutnya, terpilih sebagai calon Paskibraka merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Namun, status tersebut juga harus diiringi kesungguhan dalam menjalani seluruh tahapan pembinaan.
Rizky menilai pendidikan Paskibraka memiliki nilai yang jauh lebih luas dibanding sekadar kemampuan menjalankan tugas dalam upacara. Selama mengikuti pembinaan, para peserta ditempa agar memiliki disiplin, integritas, nasionalisme, kemampuan bekerja sama dan jiwa kepemimpinan.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, diharapkan tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai. Justru, karakter yang terbentuk selama pelatihan harus menjadi modal bagi para peserta untuk menghadapi masa depan.
“Nilai-nilai tersebut tidak hanya bermanfaat saat menjalankan tugas mengibarkan bendera, tetapi juga akan menjadi bekal dalam meniti masa depan,” ujarnya.
Karena itu, Bupati meminta seluruh calon Paskibraka mengikuti setiap rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan serius. Mereka juga diminta menghormati para pelatih, pembina dan pamong yang mendampingi proses pembentukan karakter tersebut.
Rizky turut memberikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), pembina, pelatih, pamong, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan program pembinaan Paskibraka Lamandau.
“Saya titipkan putra-putri terbaik Kabupaten Lamandau untuk dibina menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Pemkab Lamandau pun menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang pembinaan bagi generasi muda. Penguatan karakter, wawasan kebangsaan dan kepemimpinan dinilai menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi penerus daerah.
Dengan demikian, Paskibraka Lamandau 2026 diharapkan bukan hanya tampil gagah saat mengawal Sang Merah Putih pada 17 Agustus mendatang. Lebih dari itu, mereka diharapkan pulang dari proses pembinaan sebagai anak muda yang membawa disiplin, tanggung jawab dan semangat pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.


Comment