Situasi ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kobar Nina Erpida./FOTO: ist
KOTAWARINGIN BARAT, News – Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut bahkan terasa di sepanjang perjalanan menuju Kecamatan Arut Utara hingga mengganggu jarak pandang pengguna jalan, Jumat (18/9/2026).
Situasi ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kobar Nina Erpida. Ia mengingatkan dampak asap bukan hanya mengancam kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi masyarakat yang melintas di jalur antarkecamatan.
Menurut Nina, pengendara perlu lebih berhati-hati ketika memasuki ruas jalan yang tertutup kepulan asap. Jika jarak pandang sudah terganggu, masyarakat diminta tidak memaksakan perjalanan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
“Kalau jarak pandang sudah terganggu karena asap, masyarakat sebaiknya tidak memaksakan perjalanan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat tetap berlangsung meski musim kemarau dan karhutla masih terjadi di sejumlah titik Kobar.
Terlebih bagi warga yang melakukan perjalanan jarak jauh menuju wilayah Arut Utara maupun sebaliknya. Pengendara diminta menyesuaikan waktu dan kecepatan berkendara dengan kondisi di lapangan.
Nina juga mendorong instansi terkait meningkatkan pemantauan terhadap ruas jalan yang terdampak asap. Informasi mengenai titik rawan kebakaran dan kondisi jarak pandang dinilai penting agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih aman.
Di sisi lain, dampak asap terhadap kesehatan juga tidak boleh diabaikan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.
Nina meminta penanganan karhutla dilakukan secara terpadu. Upaya pemadaman dinilai perlu berjalan beriringan dengan pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan kepulan asap tidak semakin mengganggu kehidupan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat berperan dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Nina berharap kondisi asap segera membaik sehingga mobilitas warga, termasuk perjalanan menuju Arut Utara, dapat kembali berlangsung dengan aman. Selama karhutla masih terjadi, menurutnya, keselamatan pengguna jalan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.


Comment