Pemprov Kalteng
Home » Berita » Gubernur Kalteng Perhatikan Nasib Relawan Karhutla, Insentif Disiapkan untuk Pejuang di Garis Depan

Gubernur Kalteng Perhatikan Nasib Relawan Karhutla, Insentif Disiapkan untuk Pejuang di Garis Depan

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memberikan perhatian berupa dukungan finansial dan fasilitas bagi personel yang terlibat langsung dalam penanganan Karhutla./FOTO: ist

PALANGKA RAYA, News – Perjuangan para relawan dan petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalteng. Di tengah ancaman api dan kabut asap yang terus melanda sejumlah wilayah, pemerintah memastikan para pejuang di garis depan tidak bekerja tanpa dukungan.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memberikan perhatian berupa dukungan finansial dan fasilitas bagi personel yang terlibat langsung dalam penanganan Karhutla.

Personel yang berada di garis depan, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), petugas di bawah pembinaan BPBD, Dinas Kehutanan hingga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), mendapatkan dukungan selama menjalankan tugas operasional.

“Petugas dan tim MPA, baik yang berada di bawah pembinaan BPBD, Dinas Kehutanan, maupun KPH, pada dasarnya mendapatkan honorarium serta bantuan konsumsi selama bertugas,” ujar gubernur.

Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya Terima Rp250 Ribu dan Paket Sembako

Dukungan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas risiko yang harus dihadapi para petugas dan relawan ketika turun langsung ke lokasi kebakaran. Mereka harus berhadapan dengan panas, asap pekat hingga medan sulit saat melakukan pemadaman.

“Selain dukungan harian, Pemprov Kalteng juga memberikan apresiasi melalui berbagai program pemerintah. Para petugas Karhutla bahkan menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam program bantuan sosial daerah, termasuk pasar sembako murah dan pangan murah,” katanya.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah provinsi juga menyerahkan paket sembako secara gratis kepada petugas lapangan sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang berjibaku menangani Karhutla.

“Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang berada di balik perjuangan tersebut,” ujarnya.

Apalagi, penanganan Karhutla di Kalteng kini memasuki fase yang membutuhkan pengerahan kekuatan lebih besar. Pada 31 Agustus 2026, Gubernur Agustiar Sabran menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla Provinsi Kalteng melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/230/2026. Pemerintah kemudian memperkuat tim lapangan dengan mengerahkan ASN dan relawan. 

Kalteng Salurkan 3,8 Juta Liter Air Bersih, 11 Kabupaten Masih Jadi Sasaran Distribusi

Dalam apel penguatan penanganan Karhutla di Halaman Istana Isen Mulang, Agustiar menegaskan bahwa pengerahan personel bukan sekadar kegiatan seremonial. Seluruh unsur diminta bergerak bersama untuk menghadapi kondisi Karhutla yang semakin membutuhkan respons cepat.

“ASN dan relawan ditempatkan sebagai unsur pendukung untuk memperkuat tim utama bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD dan unsur terkait lainnya,” ujarnya.

Dengan dukungan insentif, konsumsi, perlengkapan dan berbagai bentuk apresiasi, pemerintah berharap semangat para relawan di lapangan tetap terjaga.

“Sebab, ketika api mulai membesar dan asap mulai menyelimuti permukiman, merekalah yang berada di barisan terdepan untuk memastikan kebakaran tidak meluas dan masyarakat tetap terlindungi,” pungkasnya.

Apresiasi kepada relawan pun dinilai penting karena pengendalian Karhutla tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan gotong royong antara pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Bumi Tambun Bungai.

Milad Ponpes Tanwirul Muslimin, Gubernur Kalteng Tekankan Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement