Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran DPRD./FOTO: ist
KOTAWARINGIN BARAT, News – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai peringatan Sedekah Bumi sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 Kedatangan Transmigrasi Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, Senin (25/5/2026).
Momentum budaya yang digelar di halaman Kantor Desa Berambai Makmur itu menjadi pengingat perjalanan panjang warga yang berhasil mengubah kawasan hutan menjadi desa maju dan mandiri.
Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran DPRD, perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan ratusan warga.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang terus menjaga tradisi sekaligus mendorong pembangunan desa.
Menurut Nurhidayah, Sedekah Bumi bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan wujud rasa syukur atas limpahan hasil bumi yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Sedekah Bumi menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga keharmonisan dengan alam. Rawatlah tanah dan lingkungan kita dengan bijak agar terus memberikan keberkahan bagi anak cucu di masa mendatang,” ujarnya.
Perayaan tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan 43 tahun kedatangan para transmigran pertama di Berambai Makmur. Kisah perjuangan membuka lahan di tengah berbagai keterbatasan kini telah berbuah manis. Desa yang dahulu merupakan kawasan transmigrasi terpencil kini tumbuh menjadi salah satu desa yang berkembang pesat di Kotawaringin Barat.
Bupati menyebut transformasi tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat. Kerja keras, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah menjadi modal utama yang membawa perubahan besar bagi desa tersebut.
“Semboyan Berambai Makmur bukan lagi sekadar nama desa, tetapi sebuah doa yang terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya,” kata Nurhidayah.
Di penghujung acara, Bupati mengajak masyarakat untuk terus berinovasi, khususnya di sektor pertanian. Langkah tersebut dinilai penting guna memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pembangunan Kalimantan Tengah yang berkelanjutan.
“Inovasi diperlukan untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah, khususnya Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Perayaan Sedekah Bumi tahun ini bukan hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang sebuah desa yang lahir dari semangat transmigrasi dan kini menjadi simbol keberhasilan pembangunan berbasis kebersamaan.


Comment