Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalteng, Farid Wajdi./FOTO: ist
PALANGKA RAYA, News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus menekan angka pengangguran melalui peluncuran program Diploma 1 (D1) Vokasi Agroforestry. Pada tahun pertama, sebanyak 360 mahasiswa akan mendapatkan pembiayaan penuh dari APBD.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalteng, Farid Wajdi, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap langsung terjun ke lapangan, khususnya di sektor pertanian dan pengembangan agroforestry.
“Program ini memang difokuskan untuk menghasilkan tenaga siap kerja. Lulusan diharapkan bisa langsung terlibat dalam aktivitas pertanian dan pengelolaan lahan,” ujarnya, Rabu (15/4).
Program D1 Agroforestry akan dibuka di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan ditargetkan mulai berjalan pada semester ganjil 2026, sekitar Juni atau Juli. Masa pendidikan berlangsung selama satu tahun, sehingga angkatan pertama diperkirakan lulus pada Juli 2027.
Mengusung konsep vokasi murni, sistem pembelajaran dalam program ini lebih menitikberatkan pada praktik. Sekitar 70 persen kegiatan akan dilakukan di lapangan, sementara 30 persen lainnya di kelas untuk penguatan teori.
Menurut Farid, kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pertanian akan terus meningkat seiring dengan program cetak sawah dan pengembangan kawasan agro di Kalteng. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompeten agar tidak bergantung pada tenaga kerja dari luar daerah.
“Harapannya, kebutuhan tenaga kerja pertanian bisa dipenuhi oleh generasi muda asli Kalteng,” katanya.
Selain mendukung program pembangunan daerah, inisiatif ini juga menjadi upaya memperluas kesempatan kerja berbasis kompetensi. Pemerintah memastikan lulusan memiliki keterampilan spesifik yang sesuai dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan daerah.
Saat ini, proses administrasi dan penganggaran masih dalam tahap finalisasi. Disnakertrans optimistis program ini dapat berjalan sesuai jadwal dan berpotensi dikembangkan lebih luas di masa depan, baik dari sisi kuota maupun bidang vokasi lainnya yang relevan.


Comment