Pemprov Kalteng
Home » Berita » Perkuat Benteng Hadapi Ancaman Karhutla Pemprov Kalteng Siapkan 2.200 Masyarakat Peduli Api 

Perkuat Benteng Hadapi Ancaman Karhutla Pemprov Kalteng Siapkan 2.200 Masyarakat Peduli Api 

Ribuan personel tersebut berada di bawah koordinasi 18 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang tersebar di seluruh Kalteng./FOTO: ist

PALANGKA RAYA, News – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah membuat upaya pencegahan terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan sekitar 2.200 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memperketat patroli, deteksi dini, hingga penanganan awal apabila muncul titik api.

Ribuan personel tersebut berada di bawah koordinasi 18 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang tersebar di seluruh Kalteng. Mereka menjadi ujung tombak dalam menjaga kawasan hutan selama puncak musim kemarau.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng, Agustan Saining, mengatakan fokus utama saat ini adalah mencegah meluasnya kebakaran yang masih terjadi di beberapa daerah.

“Fokus kami sekarang adalah pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi di Kalimantan Tengah,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Kalteng Ubah Cara Kelola Informasi Publik, PPID Tak Lagi Bekerja Saat Penilaian Saja

Menurut Agustan, wilayah yang saat ini menjadi perhatian meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

“Di kawasan tersebut, patroli rutin dan pemantauan lapangan terus ditingkatkan karena masih ditemukan titik-titik api,” katanya.

Ia menjelaskan, sekitar 150 regu MPA telah disiagakan di bawah naungan 18 KPH. Setiap regu beranggotakan sedikitnya 15 orang yang telah mendapatkan pelatihan dasar mengenai patroli, pencegahan, hingga pemadaman awal kebakaran.

“Kurang lebih ada 150 regu MPA dengan masing-masing regu beranggotakan 15 orang atau lebih. Mereka menjadi garda terdepan bersama petugas kehutanan dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran,” jelasnya.

Dishut menilai keterlibatan masyarakat merupakan faktor penting dalam pengendalian karhutla. Kehadiran MPA memungkinkan informasi mengenai munculnya titik api dapat diterima lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.

Pelayanan Izin Makin Ngebut, Kalteng Tembus 7 Besar Nasional

Di sisi lain, sektor swasta juga memperkuat kesiapsiagaan. BGA Group meningkatkan sistem pencegahan karhutla di wilayah operasionalnya yang mencakup Pundu, Kotawaringin, dan Mentaya melalui kolaborasi dengan BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Forkopimcam, serta tim pemadam kebakaran perusahaan.

“Perusahaan yang mengelola sekitar 184 ribu hektare areal perkebunan tersebut terus memastikan kesiapan personel, sarana pemadaman, serta koordinasi lintas instansi. Upaya itu dinilai penting mengingat aktivitas perusahaan melibatkan lebih dari 30 ribu pekerja dan berdampingan dengan ribuan warga di sekitar kawasan perkebunan,” ujarnya.

Pihak perusahaan juga terus menjalankan program pencegahan berbasis masyarakat, seperti Desa Bebas Api dan pembentukan Masyarakat Peduli Api di sekitar wilayah operasional.

Langkah kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, aparat keamanan, dan perusahaan diharapkan mampu memperkuat benteng pencegahan karhutla di Kalimantan Tengah, sehingga dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas ekonomi dapat ditekan semaksimal mungkin.

32 Titik Live Terhubung Langsung di Rujab Gubernur Kalteng untuk Pantau Karhutla

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement