Dalam pembahasan Rancangan KUA dan PPAS 2027, pendapatan daerah Kobar diproyeksikan mencapai Rp1,415 triliun, meningkat sekitar Rp16,36 miliardibandingkan APBD 2026./FOTO: ist
KOTAWARINGIN BARAT, News – Kotawaringin Barat memasuki penyusunan anggaran 2027 dengan proyeksi pendapatan daerah yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam pembahasan Rancangan KUA dan PPAS 2027, pendapatan daerah Kobar diproyeksikan mencapai Rp1,415 triliun, meningkat sekitar Rp16,36 miliardibandingkan APBD 2026.
Anggota Banggar DPRD Kobar Muhammad Isro Wahyudin mengatakan, proyeksi pendapatan tersebut mencapai tepatnya Rp1.415.016.235.000. Angka itu menjadi salah satu gambaran kapasitas fiskal daerah untuk menjalankan agenda pembangunan pada tahun mendatang.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD Kobar, Senin (3/8/2026), setelah Banggar DPRD bersama TAPD membahas Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027.
Jika dibandingkan dengan pendapatan daerah pada APBD 2026 sebesar Rp1.398.654.956.000, maka terdapat peningkatan sekitar 1,17 persen.
Kenaikan tersebut tidak semata-mata berasal dari PAD. Justru, peningkatan pendapatan transfer menjadi salah satu faktor utama yang mendorong naiknya proyeksi pendapatan daerah.
Sumbernya berasal dari DBH, DAU, DAK, hingga bagi hasil pajak provinsi. Sementara pada sisi PAD, pemerintah daerah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap komponen penerimaan sesuai dengan potensi yang ada.
PAD Kobar sendiri diproyeksikan mencapai Rp442.947.794.000 pada 2027.
Menurut Isro, bertambahnya proyeksi pendapatan ini diharapkan memberikan dukungan terhadap pembiayaan program-program prioritas pemerintah daerah.
Infrastruktur, pelayanan publik, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi daerah menjadi sektor yang diharapkan mendapat dukungan dari kemampuan fiskal tersebut.
Dengan proyeksi pendapatan Rp1,415 triliun, tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan penerimaan, tetapi memastikan anggaran tersebut benar-benar memberi dampak bagi masyarakat dan pembangunan Kobar.


Comment