DPRD Kobar
Home » Berita » 676 Kasus HIV di Kobar, DPRD Desak Perkuat Relawan Penjangkau dan Percepat Perda Pencegahan

676 Kasus HIV di Kobar, DPRD Desak Perkuat Relawan Penjangkau dan Percepat Perda Pencegahan

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sri Lestari./FOTO: ist

KOTAWARINGIN BARAT, News – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sri Lestari, meminta pemerintah daerah segera memperkuat peran relawan penjangkau sebagai ujung tombak penanganan HIV. Langkah itu dinilai penting menyusul jumlah kasus HIV di Kobar yang telah mencapai 676 kasus berdasarkan data Dinas Kesehatan.

Menurut Sri Lestari, angka tersebut belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya karena masih dimungkinkan banyak penderita yang belum terdeteksi. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai “gunung es” yang harus segera diantisipasi melalui upaya penjangkauan yang lebih masif.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan peran relawan penjangkau yang nantinya mampu mengadvokasi saudara-saudara kita penyandang HIV/AIDS, sehingga mereka mendapatkan pendampingan dan akses layanan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menilai relawan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan sosialisasi pencegahan, hingga mendampingi orang dengan HIV (ODHIV) agar tetap menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. Untuk itu, menurutnya, peningkatan kapasitas relawan harus dibarengi dukungan anggaran yang memadai.

Antrean BBM Makin Mengular, DPRD Kobar Minta Pelangsir Diberi Sanksi Tegas

Selain memperkuat relawan, Sri Lestari juga mendorong pemerintah daerah menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pencegahan, edukasi, dan pengobatan penyakit menular, termasuk HIV. Regulasi tersebut diharapkan menjadi dasar penguatan program penanggulangan HIV di Kobar.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghapus stigma terhadap ODHIV. Menurutnya, penderita justru harus didukung agar disiplin menjalani terapi ARV karena pengobatan yang rutin mampu menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement