Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Teknis Aktivasi Posko PDB Karhutla di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)./FOTO: IST
PALANGKA RAYA, iNews.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah semakin memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengaktifkan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Posko PDB Karhutla). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu setelah ditetapkannya Status Siaga Darurat Karhutla Tahun 2026 yang berlaku selama 158 hari, mulai 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.
Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Teknis Aktivasi Posko PDB Karhutla di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (22/6/2026). Rapat dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah.
Dalam sambutannya, Darliansjah menyebut penetapan status siaga darurat dan pembentukan Posko PDB Karhutla merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh elemen mampu bergerak cepat menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat musim kemarau.
”Penetapan Status Siaga Darurat dan Posko PDB Karhutla merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan posko menjadi pusat kendali yang memungkinkan pemerintah menggerakkan seluruh sumber daya, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha hingga para pemangku kepentingan lainnya secara terpadu dalam satu sistem komando.
Menurutnya, Posko PDB Karhutla memiliki peran vital, mulai dari melakukan kajian kebutuhan penanganan darurat, menyusun rencana operasi, mengoordinasikan instansi terkait, mengendalikan pelaksanaan operasi, melakukan pemantauan dan evaluasi, hingga mengelola informasi serta menyusun laporan kegiatan.
Darliansjah juga mengingatkan seluruh pihak agar memahami struktur komando yang telah ditetapkan sehingga setiap langkah penanganan di lapangan dapat berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.
”Seluruh operasi PDB Karhutla harus dilaksanakan berdasarkan prinsip efektif, efisien, terpadu, transparan, dan akuntabel. Prinsip-prinsip tersebut harus menjadi landasan dalam penyusunan rencana operasi, pengerahan sumber daya, pelaksanaan kegiatan di lapangan, maupun pengelolaan anggaran,” tegasnya.
Dalam rapat teknis tersebut, seluruh peserta diminta fokus menyusun rencana operasi yang memuat pembagian tugas, strategi pencegahan dan pemadaman, serta penempatan personel secara tepat dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.
Selain itu, Darliansjah menekankan pentingnya mengintegrasikan seluruh sumber daya milik pemerintah, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya ke dalam satu rencana operasi. Penyusunan kebutuhan anggaran, termasuk Belanja Tidak Terduga (BTT), juga harus dilakukan secara cermat, transparan, efisien, dan akuntabel.
”Keberhasilan penanganan Karhutla sangat ditentukan oleh kesatuan komando, kecepatan bertindak, dan sinergi seluruh pihak. Dengan pemahaman yang sama terhadap tugas dan tanggung jawab serta pelaksanaan rencana operasi yang terpadu, kita dapat mengendalikan risiko Karhutla secara lebih efektif dan mewujudkan Kalimantan Tengah yang bebas dari kabut asap,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan aktivasi Posko PDB Karhutla menjadi langkah penting untuk memastikan koordinasi penanganan di lapangan berjalan cepat, terpadu, dan sesuai dengan sistem komando yang telah ditetapkan. Seluruh personel, peralatan, dan sumber daya yang dimiliki akan dioptimalkan untuk mendukung upaya pencegahan maupun penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
”Melalui aktivasi Posko PDB Karhutla ini, kami ingin memastikan seluruh unsur penanganan dapat bergerak dalam satu komando, sehingga upaya pencegahan, pemadaman, hingga penanganan dampak kebakaran dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi,” kata Ahmad Toyib.


Comment