Pemprov Kalteng
Home » Berita » Jelang Ramadan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Intervensi Pasar: 10 Ton Beras dan Ribuan Bahan Pokok Dijual di Bawah Harga Pasar

Jelang Ramadan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Intervensi Pasar: 10 Ton Beras dan Ribuan Bahan Pokok Dijual di Bawah Harga Pasar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di sembilan kabupaten/kota, Jumat (13/2/2026)./FOTO: ist

PALANGKA RAYA, News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di sembilan kabupaten/kota, Jumat (13/2/2026).

“Melalui kegiatan ini, pemerintah hadir untuk menstabilkan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar kebutuhan pokok bisa diperoleh dengan harga lebih terjangkau,” ujar Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko.

Pelaksanaan GPM dilakukan di tingkat provinsi serta mencakup Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan, dan Kota Palangka Raya. Sementara daerah lainnya dijadwalkan menyusul pada bulan yang sama.

“Kami ingin memastikan intervensi ini merata, sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tambahnya.

Kabar Gembira! Gaji ke-13 dan ke-14 ASN Kalteng Cair Sebelum Lebaran 2026

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan 10 ton beras premium bersubsidi, 1 ton gula konsumsi, 1.000 liter minyak goreng, 500 tray telur ayam ras, serta ratusan kilogram bawang merah dan bawang putih dengan subsidi Rp2.000 hingga Rp10.000 per komoditas.

“Selisih harga ini ditanggung pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan agar masyarakat bisa membeli di bawah harga pasar.”

Harga yang ditawarkan antara lain beras premium 5 kilogram Rp59.000, beras SPHP 5 kilogram Rp58.000, gula konsumsi Rp15.000 per kilogram, bawang merah Rp32.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, minyak goreng Fortune 1 liter Rp17.000, telur omega isi 10 butir Rp20.000, serta telur ayam ras satu rak Rp50.000.

“Untuk ketersediaan stok, berdasarkan rapat bersama Bulog, cadangan kita sekitar 14.706 ton dan diperkirakan cukup hingga enam bulan ke depan,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga mengimbau para pedagang pasar tradisional agar mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak menaikkan harga secara sepihak menjelang Ramadan.

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Lamandau Gelar Gerakan Pangan Murah di Bulik

“Pengawasan akan kami lakukan bersama instansi terkait agar stabilitas harga dan kondusivitas ekonomi daerah tetap terjaga,” pungkasnya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement