Pemprov Kalteng
Home » Berita » Gubernur Agustiar Sabran Ungkap Strategi Pembagian Tiga Zona Pembangunan Kalimantan Tengah

Gubernur Agustiar Sabran Ungkap Strategi Pembagian Tiga Zona Pembangunan Kalimantan Tengah

Kebijakan tersebut disampaikan langsung Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran./FOTO: ist

PALANGKA RAYA, iNewsKobar.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen membagi wilayah Kalteng ke dalam tiga zona pembangunan sebagai bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan daerah.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat Rilis Penyelenggaraan Pemerintahan di Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.

Ia menjelaskan, pembagian zona pembangunan tersebut saat ini mash dalam proses perencanaan dan pematangan, serta membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

“Kami nanti akan membagi tiga zona dan ini sedang dalam proses. Kami meminta doa restu. Contohnya di zona barat, kami membuat zona untuk hilirisasi industri seperti bauksit, silika, hingga kelapa sawit,” ujarnya.

Pemprov Kalteng baka Lakukan Efisiensi Ketat dan Jaga Program Prioritas Setelah DBH Terpangkas 79%

Zona Barat diarahkan sebagai wilayah pengembangan hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan pariwisata bahari. Wilayah ini meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara. Sementara itu, Zona Tengah diposisikan sebagai pusat pemerintahan sekaligus pengembangan sektor strategis lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata. Zona ini mencakup Kabupaten Gunung Mas Katingan, Pulang Pisau, Kapuas, serta Kota Palangka Raya.

“Untuk zona tengah, fokusnya pada pangan, pariwisata, pendidikan, dan sektor lainnya yang menjanjikan,” jelas Gubernur.

Adapun Zona Timur diarahkan sebagai lumbung pangan, pengembangan energi bar dan terbarukan, serta mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Wilayah ini meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur.

“Zona timur ingin kami dorong untuk ekspor. Selama ini hasil Kalimantan Tengah selalu keluar melalui Banjarmasin. Sampai hari ini kita terus berjuang bagaimana bisa keluar langsung dari Kapuas atau Murung Raya,” ungkapnya.

Diskominfosantik Kalteng Tancap Gas Transformasi Digital Sepanjang 2025

Menurut Gubernur, selama ini sekitar 70 persen hasil produksi Kalimantan Tengah diekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin. Jika akses ekspor dapat dilakukan langsung dari wilayah Kalteng, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan pendapatan daerah. “Bayangkan kalau bisa keluar langsung dari Kalimantan Tengah, itu akan sangat luar biasa bagi pendapatan daerah kita,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement